
Seller Shopee & Tokopedia Wajib Tahu! (Update Pajak 2026)
August 2, 2026
Wajib Paham di Era CoreTax System!
August 3, 2026Tenang dulu, ini bukan kabar “lari pagi kena pajak” ya ????
Yang kena pajak itu bukan aktivitas larinya, tapi langganan Strava Premium-nya.
Jadi gini bestie…
Kalau kamu cuma:
✅ lari pagi di GBK
✅ jogging sore biar healing
✅ pakai Strava versi gratis
???? itu AMAN, NO PAJAK
Tapi kalau kamu upgrade ke:
???? Strava Premium
???? fitur analisis performa
???? training plan berbayar
???? insight data yang lebih “pro athlete vibes”
???? nah, biaya langganan digital itu bisa kena PPN PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik).
Kenapa bisa kena pajak?
Karena Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah menunjuk Strava sebagai pemungut PPN PMSE di Indonesia, bareng platform global lain kayak Netflix, Spotify, Google, dan kawan-kawannya.
Artinya apa?
Strava wajib memungut PPN dari pengguna Indonesia, lalu menyetorkannya ke negara. Jadi pajaknya bukan kamu yang ribet urus, tapi sudah dipotong otomatis di tagihan.
Dasarnya apa?
Ini bukan asal tembak ya. Ada payung hukumnya:
???? Indonesia mengatur PPN lewat sistem digital untuk layanan luar negeri supaya lebih adil. Soalnya dulu banyak platform global “jualan di Indonesia tapi nggak kena pajak lokal”.
Sekarang sudah disamakan biar:
⚖️ perusahaan lokal & global fair play
⚖️ negara tetap dapat penerimaan pajak
⚖️ ekonomi digital lebih tertata
Jadi intinya gini:
???? Larinya tetap gratis
???? Yang kena pajak cuma fitur premium digitalnya
???? Hidup tetap sehat, dompet tetap aware pajak
Kalau mau upgrade Strava, silakan.
Tapi jangan kaget kalau ada PPN di struk ya ????
Referensi:
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN sebagaimana diubah terakhir dengan UU No. 7 Tahun 2021 (UU HPP)
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60/PMK.03/2022 tentang PPN atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)
- Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang penunjukan pemungut PPN PMSE
- OECD Guidelines on Digital Economy Taxation (rujukan kebijakan pajak digital global)




